Pengertian Dari Etika
Berbisnis Online
Perkataan etik atau etika berasal
dari bahasa latin ethica. Berbagai penulis berpendapat bahwa etika berasal dari
bahasa yunani ethos yang artinya yaitu kebiasaan, kelaziman, serta watak
seseorang. Berbisnis Online yaitu bisnis yang dijalankan secara online yang
menggunakan jaringan internet. Jadi etika berbisnis online adalah merupakan
aturan yang berkaitan dengan akhlak atau sopan santun yang menjadi pedoman
dalam berbisnis online.
Prinsipnya sama seperti menjalankan bisnis
offline, ada produk, ada jasa, ada nilai tambah yang perlu dijual agar bisa
menghasilkan uang. Tapi bedanya, bisnisnya dijalankan secara online di
internet, pemasarannya dilakukan melalui internet dan pembelinya di dapat
melalui internet.
Etika Mempromosi Bisnis Online
1. Menulis status
yang mau kita jual
Menulis status
di facebook sama dengan kita menawarkan barang dagangan kita kepada orang-orang yang ada dimana saja.
2. Melakukan
share foto
Melalukan share
foto dengan memajangkan barang kita di toko, supaya orang-orang yang lewat tahu
produk yang kita jual.
3. Men-tag
/ menandai
Men-tag orang itu sama saja dengan
menyeret orang yang bersangkutan. Jika seseorang tertarik dan memberi komentar
pada produk kita, mintalah ijin terlebih dahulu, apakah kita bisa men-tag
barang yang mungkin cocok atau diminati.
4. Menjaga
etika dan kesopanan
Meskipun berjualan di facebook tidak
bertemu muka langsung depan pembeli, rasanya kita ada salahnya menjaga etika
dan kesopanan.
2.3
Etika Berbisnis Di Dunia Maya
l. Jujur
Mungkin
tidak ada yang lebih penting dibandingkan sebuah kejujuran. Kejujuran disini
tidak sekedar jujur dalam produk atau jasa kita, tetapi jujur dalam isi web
kita. Jika kita mampu menaikan rangking website kita di dalam google tetapi
isinya tidak sesuai, orang akan enggan masuk kembali ke situs kita. Begitupun
mengenai produk. Jika kita memegang kejujuran sebagai etika bisnis, besar
kemungkinan orang akan kembali ke website kita
2. Ramah
Karena
internet tidak memungkinkan adanya interaksi langsung antara penjual dan
pembeli atau antara pemilik situs dengan pendatang, sulit bagi pembeli untuk
menilai ekspresi keramahan. Mereka hanya bisa menilai dari kalimat atau tampilan
situs kita. Website yang terkesan dingin, kaku, akan membuat orang enggan
kembali ke sana. Sebaliknya jika terkesan ramah , peduli akan pelanggan atau
pengunjung situs, pelanggan akan lebih suka berlama-lama di situs tersebut.
Oleh karena itu, perhatikan penggunaan kata-kata anda.
3. Berjanji
untuk ditepati
Kita
sudah memesan suatu barang dan dijanjikan akan datang dalam waktu seminggu.
Ternyata, sudah lebih dari dua minggu, barang tersebut tidak juga datang. Hal
ini tentu akan membuat orang kesal dan enggan untuk kembali. Untuk pebisnis
yang terpercaya di dunia maya, peganglah etika bisnis bahwa janji adalah
hutang. Jika perhitungan kita meleset, segera hubungi konsumen untuk
menjelaskan apa yang terjadi. Akan lebih baik lagi jika kita menghitung waktu
meleset tersebut hingga anda kita tidak perlu menyalahi janji.
4.
Kepedulian pada pelanggan
Setelah menjual
suatu barang, terkadang datang keluhan dari pelanggan. Pebisnis yang memegang
etika bisnis yang baik akan peduli pada keluhan tersebut. Seandainya terjadi
kesalahan di luar tanggung jawab kita, kita bisa mngurangi kesalahan pelanggan
itu dengan meminta maaf, memberikan hadiah, potongan harga, dan lain-lain.
Kepedulian ini bisa juga diwujudkan dalam ucapan terima kasih personal.
5.
Responsif
Pebisnis yang baik
adalah selalu mau menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak
termasuk dengan pelanggan, jadi setiap pertanyaan dari konsumen sebaiknya
dijawab dengan baik dan benar agar konsumen puas dengan respon kita dan tetap
loyal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar