Jumat, 13 Mei 2016

Etika Berbisnis Online



Pengertian Dari Etika Berbisnis Online
             Perkataan etik atau etika berasal dari bahasa latin ethica. Berbagai penulis berpendapat bahwa etika berasal dari bahasa yunani ethos yang artinya yaitu kebiasaan, kelaziman, serta watak seseorang. Berbisnis Online yaitu bisnis yang dijalankan secara online yang menggunakan jaringan internet. Jadi etika berbisnis online adalah merupakan aturan yang berkaitan dengan akhlak atau sopan santun yang menjadi pedoman dalam berbisnis online.
    Prinsipnya sama seperti menjalankan bisnis offline, ada produk, ada jasa, ada nilai tambah yang perlu dijual agar bisa menghasilkan uang. Tapi bedanya, bisnisnya dijalankan secara online di internet, pemasarannya dilakukan melalui internet dan pembelinya di dapat melalui internet.


Etika Mempromosi  Bisnis Online
1.    Menulis status yang  mau kita jual
Menulis status di facebook sama dengan kita menawarkan barang dagangan  kita kepada orang-orang yang ada dimana saja.
2.    Melakukan share foto
Melalukan share foto dengan memajangkan barang kita di toko, supaya orang-orang yang lewat tahu produk yang kita jual.
3.    Men-tag / menandai
 Men-tag orang itu sama saja dengan menyeret orang yang bersangkutan. Jika seseorang tertarik dan memberi komentar pada produk kita, mintalah ijin terlebih dahulu, apakah kita bisa men-tag barang yang mungkin cocok atau diminati.
4.    Menjaga etika dan kesopanan
 Meskipun berjualan di facebook tidak bertemu muka langsung depan pembeli, rasanya kita ada salahnya menjaga etika dan kesopanan.

2.3  Etika Berbisnis Di Dunia Maya
l. Jujur
Mungkin tidak ada yang lebih penting dibandingkan sebuah kejujuran. Kejujuran disini tidak sekedar jujur dalam produk atau jasa kita, tetapi jujur dalam isi web kita. Jika kita mampu menaikan rangking website kita di dalam google tetapi isinya tidak sesuai, orang akan enggan masuk kembali ke situs kita. Begitupun mengenai produk. Jika kita memegang kejujuran sebagai etika bisnis, besar kemungkinan orang akan kembali ke website kita
2. Ramah
Karena internet tidak memungkinkan adanya interaksi langsung antara penjual dan pembeli atau antara pemilik situs dengan pendatang, sulit bagi pembeli untuk menilai ekspresi keramahan. Mereka hanya bisa menilai dari kalimat atau tampilan situs kita. Website yang terkesan dingin, kaku, akan membuat orang enggan kembali ke sana. Sebaliknya jika terkesan ramah , peduli akan pelanggan atau pengunjung situs, pelanggan akan lebih suka berlama-lama di situs tersebut. Oleh karena itu, perhatikan penggunaan kata-kata anda.
3. Berjanji untuk ditepati
Kita sudah memesan suatu barang dan dijanjikan akan datang dalam waktu seminggu. Ternyata, sudah lebih dari dua minggu, barang tersebut tidak juga datang. Hal ini tentu akan membuat orang kesal dan enggan untuk kembali. Untuk pebisnis yang terpercaya di dunia maya, peganglah etika bisnis bahwa janji adalah hutang. Jika perhitungan kita meleset, segera hubungi konsumen untuk menjelaskan apa yang terjadi. Akan lebih baik lagi jika kita menghitung waktu meleset tersebut hingga anda kita tidak perlu menyalahi janji.
4.  Kepedulian pada pelanggan
Setelah menjual suatu barang, terkadang datang keluhan dari pelanggan. Pebisnis yang memegang etika bisnis yang baik akan peduli pada keluhan tersebut. Seandainya terjadi kesalahan di luar tanggung jawab kita, kita bisa mngurangi kesalahan pelanggan itu dengan meminta maaf, memberikan hadiah, potongan harga, dan lain-lain. Kepedulian ini bisa juga diwujudkan dalam ucapan terima kasih personal.
5.  Responsif
Pebisnis yang baik adalah selalu mau menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak termasuk dengan pelanggan, jadi setiap pertanyaan dari konsumen sebaiknya dijawab dengan baik dan benar agar konsumen puas dengan respon kita dan tetap loyal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar